Bangkinang (Konsep88) – Rangkaian perlombaan pacu sampan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Kampar resmi ditutup pada Minggu (5/4/2026). Penutupan berlangsung meriah di tepian Sungai Kampar dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, panitia, serta ratusan masyarakat yang sejak awal setia menyaksikan jalannya perlombaan.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi sudah dipadati penonton yang ingin menyaksikan partai final. Deru dayung para peserta berpadu dengan sorak sorai warga menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh semangat sekaligus kebersamaan.
Partai puncak mempertemukan tim-tim terbaik yang sebelumnya berhasil melewati babak penyisihan. Pertarungan berlangsung sengit di lintasan sungai dengan arus yang cukup menantang, menuntut kekompakan serta strategi dari setiap regu.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kampar yang di wakili Pj.Sekda Kampar Dr.Ardi Mardiansyah.S.STP.M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai pacu sampan bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Kampar yang perlu terus dilestarikan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan pacu sampan sebagai agenda rutin tahunan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pembinaan atlet dayung sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Ini adalah nilai hasil perlombaan Pacu Sampan dalam rangka HUT Kabupaten Kampar ke 76 tahun 2026 di Desa Pulaulawas adalah sebagai berikut:
Juara I: Srigala Muda Kecamatan Siak Hulu dengan catatan waktu 1 menit 39 detik
Juara II: CV Mikaila Kecamatan Siak Hulu dengan catatan waktu 1 menit 42 detik
Juara III: Naga Laut Kecamatan Kampa dengan catatan waktu 1 menit 44 detik
Harapan I: BCS Kecamatan Siak Hulu
Harapan II: Naga Laut B Kecamatan Kampa
Harapan III: Kago Kecamatan Bangkinang
Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Kehadiran pengunjung selama beberapa hari pelaksanaan lomba turut meningkatkan aktivitas perdagangan di area sekitar lokasi acara.
Dengan berakhirnya pacu sampan tahun ini, masyarakat berharap tradisi tersebut terus dilaksanakan dan dikembangkan di masa mendatang. Pacu sampan tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol persatuan serta kebanggaan bagi Kabupaten Kampar.(syaf**/Adv).


Posting Komentar